Monday, 5 January 2009

Sungai ku bersih sungai ku Jernih

Sungai ku bersih sungai ku Jernih

Dahulu disekitar rumah masih ada beberapa sawah hijau dan segar, jika aku ada masalah dengan saudara atau orang tua pasti aku lari ke sawah untuk menenangkan diri dan memandang hijau nya sawah, angin yang berhembus segar dan kicauan burung burung pipit yang terbang mengitari sawah, menambah ketenangan bagi diriku, begitulah sungai nya Nampak bersih dan jernih hingga Nampak ikan berenang aku merasa senang memandangi mereka. Waktu terus berlalu kini sawah itu musnah dan berganti dengan bangunan perumahan berpetak petak, belum lagi penghuni perumahan itu tidak memiliki rasa kebersamaan dengan penduduk sekitar atau penduduk lama, mereka hanya sibuk bekerja tanpa ada yang keluar rumah untuk bercengkeramah dengan penduduk lain, mungkin karena keterbatasan waktu mereka yang habis untuk bekerja dan bekerja, sudah 18 tahun lama nya sawah yang aku kunjungi telah tiada aku rindu dengan suasana di sawah, bila aku bepergian keluar kota dan melihat areal sawah terbentang luas aku merasa senang dan teringat masa kecil ku dulu, bermain lumpur, petak umpet dan segala permainan yang bisa kami lakukan dengan teman sebaya kami di kampung.

Sekarang telah berubah amat jarang bahkan tidak ada lagi yang nama nya sawah dikota Surabaya ku tercinta ini. Begitu pula dengan sungai sekarang ini, sungai telah beralih fungsi dahulu digunakan sebagai pengairan bagi sawah oleh para petani di kampung kami, kini telah berubah fungsi untuk membuang sampah dari limbah rumah tangga, sungai Nampak kotor dan tidak jernih seperti dulu, banjir terus terjadi bila musim hujan. Penduduk banyak yang mengeluh dan menyalahkan pemerintah dengan berbagai ungkapan yang menyudukan mereka, bila dilihat kebelakang masyarakat memiliki andil dalam terjadinya banjir karena mereka tidak memiliki kesadaran lagi dan hanya seenak nya berbuat membuang sampah disungai. Sungguh ironi mereka mengeluh dan menyalahkan pemerintah kota padahal banjir itu disebabkan oleh mereka sendiri. Berangkat dari itu saya menyampaikan pendapat bagi saya, pembaca dan pemerintah kota bahwa sanya kita memerlukan kesadaran diri untuk bersama sama mengubah kebiasaan dan membangun pola pikir yang maju dan seimbang antara alam dan manusia. Kita sebagai penduduk hendak dapat membuang sampah pada tempat yang telah disediakan yaitu membuat kantong kantong sampah dan jangan lagi membuang sampah ke dalam sungai karena hal itu akan menganggu ekosistem dari sungai itu sendiri dan warga penduduk. Pasti kita juga akan mengambil manfaatnya bila sungai Nampak bersih dan jernih, Nampak sehat di lihat dan ini bisa dijadikan wisata kampung dengan membuat perahu dan untuk lebih menggalakkan program kali bersih.

Untuk pemerintah kota terutama dinas yang menangani sungai harus lebih tanggap bilamana ada sarana dan prasarana sungai yang telah rusak segera di perbaiki seperti Bendungan atau rumah pompa yang saya lihat sekarang ini banyak terlihat tumpukan sampah dan besi besi penutup sudah mulai keropos, dengan cara mengganti atau memperbaiki bila masih bisa dipergunakan.

Mungkin dengan kesadaran diri inilah sungai akan bisa bersih dan jernih kembali dan masyarakat setempat bisa menikmatinya untuk kegiatan sehari hari, baik itu untuk pengairan atau wisata kampung atau pula sebagai panutan warga kampung lain untuk bisa mewujudkan program kali bersih.

Kesadaran sangatlah penting bagi kita untuk menjadikan segala aspek kehidupan menjadi lebih baik, maka seyogyanya kita senantiasa harus bersama sama memiliki rencana dan menjaga sungai kita agar dapat terus menerus kita pergunakan manfaatnya.

1 comment:

ABud said...

good artikel....
kapan yaaa... suungai di Indoensia bisa jernih semuanya...???????
salam kenal...

titip link yafree zone

Hawk Advertising

Terima Pemesanan :

ID Card,Undangan, Shooting Video, Banner, Spanduk, Stiker, Blanko, Seragam Kantor, Pengadaan Komputer, Maintenance.

Dan Kebutuhan Kantor lain nya.

Anda Pesan Besok kami Antar (Untuk daerah Surabaya dan Sekitarnya)

Hub : 0856 4999 8 555 / arianto.sam@gmail.com